iklan toyota photo Iklan-toyota.gif
BERITA TERKINI :

BACA JUGA


Label

Bali (6) Bandung (3) Beranda (2) bogor (1) Infotaiment (16) Jabar (36) jakarta (39) Jatim (4) Jawa (6) kalimantan (1) Kesehatan (3) Lifestyle (5) Medan (2) Nasional (94) Olahraga (19) Pekanbaru (5) Riau dan Kepri (5) Semarang (1) Sulawesi (3) Sumatera (11) Sumatra (1) Wawancara (1) Yogyakarta (1)
Tampilkan postingan dengan label Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jatim. Tampilkan semua postingan

Dinkes: 139 Pengidap HIV/Aids di Kediri meninggal dunia

KEDIRI, newspoliceline.co.nr - Hingga 2013 tercatat ada 471 kasus HIV/Aids di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 139 orang di antaranya meninggal dunia. 

"Itu data sejak 2004 sampai 2013. Dari jumlah 471 kasus, 139 orang di antaranya sudah meninggal dunia," kata Kepala Seksi Pemberatasan Penyakit Menular Langsung (P2ML) Dinkes Kabupaten Kediri, Nur Munawaroh, Sabtu (25/5). 

Menurutnya, dari temuan itu, 95 persen penularan dilakukan dari hubungan seks bebas. Mereka melakukan dengan kelompok risiko tinggi, baik dengan pekerja seks komersial (PSK), ataupun dengan kelompok lain.

"Kelompok tinggi di antaranya dari PSK yang mencapai 199 orang, ibu rumah tangga 74 orang, anak-anak 13 orang, serta sejumlah kelompok lain seperti sopir, karyawan, ataupun pegawai negeri sipil (PNS)," katanya seperti dilansir Antara. 

Dia mengakui jumlah tersebut sangat tinggi. Dia juga memperkirakan masih banyak pengidap HIV/Aids yang belum terdata. "Padahal, jika ada temuan dini, potensi untuk pengobatan juga lebih besar. Mereka bisa terpantau, terutama oleh petugas kesehatan. 

Jika sakit, bisa langsung ditangani dengan khusus, sehingga mencegah penularan virus yang menyerang kekebalan tubuh tersebut," katanya. [dan]

Ibu: Briptu Rani mengaku dipegang-pegang Kapolres


MOJOKERTO, newspoliceline.co.nr - Ibunda Briptu Rani, Raya Situmeang membeberkan alasan putrinya kabur dari tugas tiga bulan terakhir di Polres Mojokerto. Bercerita dengan sesekali matanya tampak berkaca-kaca, Raya Situmeang mengungkapkan perlakuan buruk atasan putrinya selama bertugas. Menurut Raya, Briptu Rani sering diminta menemani karaoke rekan Kapolres.

Kekesalan gadis 25 tahun itu memuncak tepatnya tiga bulan. Rani yang geram dengan ulah atasannya memutuskan untuk tidak kembali ke kesatuannya itu. "Benar Rani saat itu kabur ke Bandung, karena memang sudah kesal," jelasnya. Ulah nakal oknum Kapolres Mojokerto tak cuma sampai di situ. Rani yang merupakan ajudannya pernah diperlakukan tidak senonoh. Kata Raya, Saat mengukur baju dinas, Kapolres tiba-tiba ingin mengukur dan menempelkan tangan ke badannya. 

"Di situ dia juga sempat memegang bagian tubuh Rani," jelasnya. Dia menyayangkan sikap atasan Rani dalam memperlakukan bawahan. Padahal Rani bercita-cita untuk mengabdikan diri pada korps kepolisian. "Sekarang kondisinya berbeda anak saya dilakukan seenaknya sama atasannya," tandasnya.



Polda Jatim memberikan tanggapan tentang berbagai informasi penyebab kaburnya Briptu Rani. "Kami melakukan penyelidikan terkait adanya laporan tersebut. Termasuk ungkapan adanya pelecehan seksual, penggelapan uang dan sebagainya. Kami masih dilakukan pencarian keterangan serta bukti-bukti masalah tersebut," tandas Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Suhartoyo. Polda Jawa Timur menurunkan tim khusus untuk melakukan penyelidikan.

"Tim dari Propam Polda Jatim sudah kita turunkan ke Mojokerto untuk melakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan). Tim khusus Polda Jatim itu sudah diberangkatkan ke sana sejak pagi tadi (Rabu, 22/5)," ungkap AKBP Suhartoyo. Dijelaskan Suhartoyo, di Mojokerto, tim Propam Polda Jawa Timur itu melakukan sejumlah pengumpulan data dan informasi. "Termasuk menggali informasi dari internal Polres Mojokerto, maupun dari pihak-pihak lain yang terlibat." 

Perwira dengan dua melati di pundak ini juga mengatakan, diturunkannya tim khusus oleh Polda Jawa Timur ini, karena ada laporan dari pihak Propam Mabes Polri, terkait Briptu Rani. [tts]

Seniman Surabaya Kirim Lukisan Dukungan Susno

Surabaya, News Police Line—

Sosok mantan kabareskrim, Komjen Susno Duadji tampaknya tidak hanya dihujat oleh banyak orang. Tidak sedikit pula yang mendukungnya, seperti yang dilakukan seniman Sugeng Gondrong (45) ini.

Sugeng membuatkan Susno sebuah lukisan tentang semangat Susno memberantas korupsi di negeri ini. Lukisan yang dibuat selama 2 hari ini diantar sendiri dan diberikan ke Susno di Jakarta.

Pria dengan rambut kriting gondrong ini melukis sebuah lukisan yang berjudul Kresna Duadji. Artinya, peran pengungkap makelar pajak senilai Rp 28 miliar itu mirip dengan sosok kepahlawanan Kresna dalam mitologi wayang.

"Saya ingin memberikan dukungan moral bagi Susno yang saya anggap jasanya besar bagi negara ini," kata Sugeng kepada wartawan sebelum keberangkatan ke Jakarta di Stasiun Gubeng, Jalan Gubeng Masjid, Selasa (13/4/2010).

Dalam lukisan itu, sosok Susno memegang sebuah pedang dengan mata pedang menghadap ke atas. Padahal normalnya mata pedang menghadap ke bawah. Hal ini menyimbolkan bahwa Susno mampu membongkar kasus yang melibatkan petinggi negara ini.

Pada pojok kanan bawah, Sugeng melukiskan seekor tikus namun yang tampak bagian perut hingga ekornya. Artinya, kasus korupsi yang dibongkar Susno masih dalam kelas ekor hingga perut belum menyentuh kepalanya.

"Kasus yang mencuat saat ini belum menyentuh pada kepalanya. Makanya, saya gambarkan perut hingga ekornya saja," tambahnya.

Selain itu di lukisan ini juga digambarkan bendera merah putih yang dikibarkan dengan tiang yang berdiri pada tumpukan batu. Gambar ini mengartikan bahwa Indonesia memiliki tumpukan masalah yang cukup besar.
"Saya akan serahkan langsung ke Pak Susno sebagai tanda dukungan saya," tuturnya.

(stv/fat)



Kaca Pecah , Pesawat Batavia Gagal Terbang


Malang, News Police Line—

Pesawat Batavia Air Boeing 737-200 dengan nomor penerbangan 7P-244 terpaksa harus tinggal di landasan bandar udara Abdulrachman Saleh, Malang, karena kaca di bagian depan pecah, Kamis (18/3).
Burung besi itu sedianya take off pukul 12.15 WIB menuju Jakarta namun pilot menghentikan laju pesawat karena mengalami halangan di bagian kaca depan. Salah seorang penumpang Hengky, 49 tahun, mengatakan kepada Tempo, dia sangat kaget dan panik karena pesawat tiba-tiba berhenti tanpa pemberitahuan dari pilot. Sementara pramugari yang ada di dalam kabin tak berusaha menjelaskan dan menenangkan 130 penumpang.

“Saya menyangka pesawat mengalami kecelakaan. Pilot dan pramugari tak memberitahukan penyebab berhenti mendadak sehingga kami hanya menduga-duga saja,” kata Hengky.
Atas kejadian tersebut pihak maskapai mengalihkan seluruh penumpang ke Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, untuk diterbangkan ke Jakarta. Namun sebagian penumpang membatalkan keberangkatan karena masih syok dan uangnya dikembalikan manajemen Batavia.




Sedangkan Manajer Distrik Batavia Air Malang Fungky mengaku belum mengetahui persis penyebab Batavia 7P-244 gagal diterbangkan. Informasi yang ia terima pesawat gagal terbang karena ada suku cadang yang harus diganti. Ia menyangkal pesawat gagal take-off karena ban atau kaca pesawat pecah.
“Mudah-mudahan hari ini penggantian spare part bisa dituntaskan agar besok bisa digunakan lagi. Jika tidak selesai hari ini, maka diganti dengan pesawat lain. Pembatalan take-off itu demi keselamatan seluruh penumpang,” kata Fungky, seraya memastikan maskapainya tetap melayani penjualan tiket untuk penerbangan besok.
Kejadian gagal take-off Batavia Air kali ini merupakan kejadian kedua dalam delapan hari terakhir. Sebelumnya, pada Kamis (11/3), menurut seorang pesepakbola Arema Indonesia, Batavia juga gagal terbang ke Jakarta gara-gara ada kerusakan pada pesawat sehingga ia tak bisa memenuhi undangan Komisi Disiplin PSSI. Tapi manajemen Batavia tak menjelaskan penyebab pembatalan penerbangan. ABDI PURMONO



 

POPULER

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Police Line - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger